Minggu, 25 Agustus 2013

Telur Berwarna Biru

. Minggu, 25 Agustus 2013

Kini warna telur ayam mulai berubah, dari berwarna kecoklatan dan putih, menjadi berwarna biru. Telur berwarna biru ini mulai dipasarkan di beberapa supermarket di seluruh dunia. Banyak orang yang beranggapan rasa telur ayam warna biru lebih enak dari telur pada umumnya. Melansir laman Softpedia, 22 Agustus 2013, tim peneliti dari University of Nottingham, Inggris, sudah menghabiskan waktu selama empat tahun terakhir untuk meneliti asal dari telur berwarna biru hadir pertama kali di dunia.

Hasilnya, tim peneliti mengungkapkan bahwa telah menemukan alasan bagaimana telur bisa berwarna biru. Proses terjadinya telur berwarna biru merupakan hasil dari mutasi genetik yang pertama pada ayam-ayam asli Amerika Selatan, yang dijuluki sebagai unggas Mapuche.

"Gen dari unggas Mapuche kemudian diteruskan pada ayam-ayam keturunan Eropa, yaitu jenis Araucana. Kejadian itu terjadi sekitar 500 sampai 200 tahun yang lalu," tulis Professor Olivier Hanotte, peneliti biologi di situs resmi University of Nottingham.

Temuan ini berdasarkan hasil pelacakan tim peneliti dalam menemukan asal-usul telur berwarna biru. Pemeriksaan pertama melalui genom pada telur, kemudian menentukan gen yang bertanggung jawab terhadap mutasi gen pada telur. "Kemudian kami menyelidiki bagaimana mutasi itu terjadi akibat adanya retrovirus, atau salah satu golongan virus yang terdiri dari satu benang tunggal RNA dan mampu membentuk replika seperti DNA, yang menginfeksi ratusan ayam," jelas Hanotte.

Materi Genetika

Dia menambahkan, retrovirus berhasil menggabungkan beberapa materi genetika ke dalam DNA yang telah terinfeksi, sehingga mempengaruhi proses pembentukan sebuah telur. "Virus itu telah mempengaruhi pigmen empedu yang berwarna hijau dan biru, atau juga dikenal sebagai biliverdin di dalam cangkang," ujar Hanotte. Sementara rekan peneliti lainnya, David Wragg, mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan ternyata virus sangat penting dalam membentuk evolusi dan keragaman spesies.

Baca juga: Jasa Sertifikasi SDPPI.

0 komentar: