Jumat, 23 Maret 2012

Merasa Dilecehkan Bupati Frederik Batti Sorring

. Jumat, 23 Maret 2012

Senjata-Tajam. Pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Toraja Utara merasa dilecehkan Bupati Frederik Batti Sorring yang tak menghadiri undangan rapat paripurna, kemarin. Padahal, agenda rapat tersebut, yakni hearing antara DPRD dan Bupati tentang tenaga honorer daerah yang sedang menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD. Alhasil, rapat diwarnai berbagai interupsi dari para Dewan saat Ketua DPRD Sri Krisma Pirade membukanya. Sri Krisma juga sempat menskorsing rapat untuk menunggu perwakilan Pemkab. Wakil Ketua DPRD Toraja Utara Paulus Tangke mengatakan, DPRD sudah menyurat Bupati agar hadir dalam rapat paripurna pukul 10.00 Wita. Namun, hingga waktu yang ditetapkan, Bupati belum juga datang.Sementara perwakilan Pemkab lainnya tak tepat waktu.

Dia mengungkapkan, DPRD merasa dilecehkan karena Bupati tak hadir. Sebab, kehadiran Bupati sangat penting selaku pengambil kebijakan tentang penyelesaian persoalan tenaga honorer daerah di Toraja Utara. “Rapat paripurna sudah dimulai, tapi belum ada satu pun pihak pemerintah yang hadir. Bupati juga sudah kami undang, tapi tidak datang. Ini artinya Bupati sengaja melecehkan lembaga DPRD,” ungkapnya. Dalam rapat paripurna kemarin, perwakilan Pemkab yang hadir,yakni Wakil Bupati, Sekkab, serta sejumlah pimpinan SKPD. Mereka tiba di kantor DPRD saat sidang diskorsing.

Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Buntang Rombe mengaku, Bupati tidak bisa menghadiri undangan rapat paripurna karena harus menghadiri undangan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di Makassar.“Undangan Pemprov tidak bisa diwakili siapa pun, harus Pak Bupati sendiri. Setelah itu, Bupati juga langsung ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan bupati dan tidak bisa ditunda,”paparnya.

0 komentar: