Jumat, 23 Maret 2012

Massa Dari Berbagai organisasi Berunjuk Rasa

. Jumat, 23 Maret 2012

Senjata-Tajam. Massa dari berbagai organisasi kepemudaan di Sulawesi Barat (Sulbar) kembali berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar, kemarin. Dalam aksinya, mereka menolak kebijakan Pemerintah Pusat yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) awal April mendatang. Massa yang melakukan unjuk rasa tersebut merupakan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam PMII, HMI, GMNI, GMKI, FPPI, KOMKAR, FKPMM-Majene, IPMAMatra, dan IPM-Polman. Demo tersebut diwarnai aksi dorong dengan petugas Polres Mamuju dan Satpol PP Pemprov Sulbar. Massa marah karena mereka hanya ditemui Wakil Ketua DPRD Arifin Nurdin yang kebetulan ada di Kantor DPRD Sulbar.

Beberapa saat kemudian, mereka bergerak menuju Hotel d’Maleo Mamuju. Tujuannya, mereka ingin menyampaikan aspirasinya kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Azwar Abubakar yang sedang menggelar rapat kerja dengan Gubernur Sulbar. Kegiatan ini juga diikuti para pejabat mulai tingkat kecamatan hingga provinsi. Di halaman hotel ini, mereka bergabung dengan massa dari kelompok lain yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Sulbar yang juga melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.

Gabungan dua aksi ini membuat suasana di luar d’Maleo Hotel & Convention sangat gaduh. Karena itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mamuju AKBP Darwis Rincing keluar ruangan untuk bernegosiasi dengan para demonstran. ”Di dalam sedang ada menteri. Kedatangannya untuk kepentingan Sulbar juga. Jadi, saya minta adik-adik mahasiswa untuk tenang.Saya akan fasilitasi adik-adik semua untuk bertemu dengan DPRD Sulbar pada Senin (26/3), sekitar pukul 11.00 Wita. Kalau mereka tidak mau,akan saya tanyakan alasannya,”kata dia.

Aksi ini mendapat respons Ketua DPRD Mamuju Sugianto. Menurutnya, daerah tidak punya kewenangan, apalagi kekuatan menggagalkan rencana Pemerintah Pusat yang akan menaikkan harga BBM. Menurut dia,mestinya para demonstran itu menggelar aksinya di Jakarta. ”Secara prinsip saya pun menolak kenaikan itu karena akan menyengsarakan masyarakat,”katanya.

0 komentar: